Label:

Duniaku; Kamu dan Tulisanku.

Aku bosan terus-terusan menulis begini. Aku bosan menjadi obyek yang paling mengerti orang patah hati. Aku benci mencoba menebak-nebak isi hati seseorang ketika ditinggal pergi. Aku lelah berdiam diri dan selalu merindu sendiri, seperti kebanyak orang yang mencintai halusinasi. Aku ingin berhenti berlagak sebagai perempuan berhati besi.

Aku juga ingin dibilang bahagia. Ingin tertawa lebar tanpa dikira sengsara. 

Apa yang ku tulis disangka yang sebenarnya. Apa pun kata yang kurangkai selalu menjadi sebuah belas kasihan. Tak adakah yang mengerti ini semata kesukaan?

Ini hidupku. Kertas dan tinta cukup membuatku lega bernafas. Mereka membuatku yakin, bahwa tidak semua-muanya harus dibicarakan. Atau bahwa, dengan menulis aku akan merasa menjadi yang paling bahagia.

Ini hobiku tercinta. Menggandeng kalimat demi kalimat menjadi satu tulisan menyedihkan. Memaksa siapapun yang menyaksikan akan meneteskan beberapa buliran. Mungkin inginku diingat sebagai yang sulit dilupakan. Mungkin aku rindu pujian-pujian atas tulisanku, yang kerap membuat luka hatiku perlahan sembuh.

Ini duniaku, untuk mengatakan apa yang mulutku terlalu gagu untuk mengungkapkan.

Tapi aku tidak se-melankolis bayanganmu. Bisa juga tak segagah sebuah batu.

Aku hanya mengikuti mauku. Dan sedikit demi sedikit membebaskan diriku.

Dari kamu.

Modisty

6 komentar
Label:

Tetap Saja Rindu Hujan

Hari ini cerah. Aku cukup berbahagia dan memiliki banyak alasan untuk bersyukur. Setidaknya aku bisa benar-benar menikmati dunia bersama yang selain kamu. Setidaknya aku bisa sebentar melupakan penyebab apa hujan selalu mengguyurku. Aku bersyukur sekali ini hujan tidak turun.

4 komentar
Diberdayakan oleh Blogger.