Label:

Akhirnya Hujan Lagi

Akhirnya hujan datang malam ini.

Deras rintiknya seolah betul memahami mengenai rinduku yang terlanjur menumpuk tinggi. Seolah-olah ia bisa dengan mudahnya membaca isi hatiku. Tidak sepertimu.

Seudah lama merdunya tidak menyapa gendang telingaku. Sudah lama wanginya tidak memaksaku untuk memejamkan mata dan khusyu' membau. Sudah lama tak kudekap dingin nafasnya.

Sudah lama seusai kepergian, ah, lagi-lagi, kamu. 

Seandainya kamu sebaik hati hujan itu. Yang akhirnya datang di saat aku hampir tak sanggup menahan rindu. Seandainya harapan-harapan itu tidak sekedar sebentar berlabuh. Seandainya kita semenyenangkan itu.

Seandainya bukan hanya seandainya.

Aku benar-benar tidak mengerti apalagi yang harus kukatakan pada hujan kali ini. Bolehkah bila masih tentang kamu? Masih benar-benar kamu? 

Modisty

1 komentar
Label:

Duniaku; Kamu dan Tulisanku.

Aku bosan terus-terusan menulis begini. Aku bosan menjadi obyek yang paling mengerti orang patah hati. Aku benci mencoba menebak-nebak isi hati seseorang ketika ditinggal pergi. Aku lelah berdiam diri dan selalu merindu sendiri, seperti kebanyak orang yang mencintai halusinasi. Aku ingin berhenti berlagak sebagai perempuan berhati besi.

Aku juga ingin dibilang bahagia. Ingin tertawa lebar tanpa dikira sengsara. 

Apa yang ku tulis disangka yang sebenarnya. Apa pun kata yang kurangkai selalu menjadi sebuah belas kasihan. Tak adakah yang mengerti ini semata kesukaan?

Ini hidupku. Kertas dan tinta cukup membuatku lega bernafas. Mereka membuatku yakin, bahwa tidak semua-muanya harus dibicarakan. Atau bahwa, dengan menulis aku akan merasa menjadi yang paling bahagia.

Ini hobiku tercinta. Menggandeng kalimat demi kalimat menjadi satu tulisan menyedihkan. Memaksa siapapun yang menyaksikan akan meneteskan beberapa buliran. Mungkin inginku diingat sebagai yang sulit dilupakan. Mungkin aku rindu pujian-pujian atas tulisanku, yang kerap membuat luka hatiku perlahan sembuh.

Ini duniaku, untuk mengatakan apa yang mulutku terlalu gagu untuk mengungkapkan.

Tapi aku tidak se-melankolis bayanganmu. Bisa juga tak segagah sebuah batu.

Aku hanya mengikuti mauku. Dan sedikit demi sedikit membebaskan diriku.

Dari kamu.

Modisty

6 komentar
Label:

Tetap Saja Rindu Hujan

Hari ini cerah. Aku cukup berbahagia dan memiliki banyak alasan untuk bersyukur. Setidaknya aku bisa benar-benar menikmati dunia bersama yang selain kamu. Setidaknya aku bisa sebentar melupakan penyebab apa hujan selalu mengguyurku. Aku bersyukur sekali ini hujan tidak turun.

4 komentar
Label:

"Tak ada yang bisa melakukan sebaik dirimu; merindukanmu membuatku sempat lupa mengapa aku harus melupakanmu. Kau peran yang ku agung-agungkan. Cinta yang bertepuk sebelah tangan. Kekasih yang tak pernah kumiliki. Kau memori yang seharusnya kusimpan dalam kotak, dan kubuang jauh-jauh." -Modisty

0 komentar
Label:

Kamu Lagi

Kamu lagi.

Kamu selalu mengisi absensi di setiap malamku. Seperti hujan yang turun menjelang pagi, kau hadir di setiap rintiknya.

3 komentar
Label:

"Kadang, apa yang lo inginkan gak terus-terusan bisa jadi yang lo inginkan." -MA

0 komentar
Label:

Rasanya itu kayak ketek ayam

Lo ngitung gak udah berapa lama kita gak nungguin senja bareng? Ngitung gak udah berapa hari kita gak nonton film horor sampe berjam-jam? Atau inget gak kapan terakhir kali kita boncengan naek motor bertiga kemana-mana? Hah? Hah?

INGET GAAAAAK?

*CUT!*

0 komentar

Tutup buku, buka lembar baru!

Hey, April!
Ini masih gue; masih Modisty yang suka nulis-nulis galau, masih Modisty yang hobi bikin kalimat-kalimat alay. Halaaaaaaaauuu...

Lama gak ngeblog bikin jari-jari gue pegel setengah mati. Akibat lenyapnya koneksi internet di rumah dan kemalasan jalan ke warnet bikin gue ngelus dada nyabarin diri untuk gak ngasih makan ini blog. Padahal banyak banget kejadian yang pengen gue laporin ke halaman ini. Banyak kalimat-kalimat sok sedih yang pengen gue ungkapin. Tapi apa daya, baru sekarang gue bisa rajin nulis lagi. Betewe-betewe, kangen, ya? Kangen dong. Heheu...

Yaps. Ini memang masih blog gue, dan gue masih juga gue, tapi percaya deh, semuanya gak sama lagi. Kemaren ya kemaren, sekarang ya sekarang. Sekecil apapun, semua pasti berubah, pasti ada yang hilang. (kayak salah satu sahabat gue misalnye. Ups). Karena gue percaya gak ada yang gak berubah kecuali perubahan itu sendiri.  Heheu lagi...

Tapi sueeeer, like the first, apa yang gue tulis bisa jadi bukan gue, mungkin juga itu gue, atau sisi lain gue, atau juga gue-gue yang lain. Soooooo... jangan gampang percaya sama gue, because the world just full of shit, rite?

(masih) Modisty :)))

2 komentar
Diberdayakan oleh Blogger.