Label:

Cinta Ini Bukan Milik Kita

Langit seolah akan runtuh di mataku. Birunya kian pudar dan awan menggelayut tebal. Ia menangis menitikkan air bahnya ke pangkuan sang bumi. Sampaikah padamu salah satu rintiknya, Sayang?

5 komentar
Label:

Realize

Aku pernah jatuh cinta. Sampai dadaku sesak karenanya. Kepalaku penat tentangnya. Dia menyelinap dalam diriku diam-diam. Dia mengalir dalam darah ini.
Aku pernah jatuh cinta. Jatuh cinta dalam diriku sendiri. Jatuh cinta tanpa sanggup mengungkapkannya.

0 komentar
Label:

I Called It Love

Bicara cinta tak pernah ada habisnya.

Cinta juga tak pernah bisa kumengerti. Ia sendiri juga enggan kumengerti. Seperti memiliki dunianya sendiri. Membatasi dirinya dengan dinding-dinding kokoh. Cinta

0 komentar
Label:

'Itu hanya mimpi...'



Aku berpikir tentang aku 
 
 Aku berpikir tentang ‘kita’

Lalu membuka mataku, itu hanya mimpi

Dia tak melihat apa yang kulihat

Itu hanya mimpi

Setengah mati kuulangi meniti setiap inci jalan

Dimana pernah ada cerita, dan pernah ada dia

Mungkinkahkan kembali?

Siapa yang tahu?

Siapa peduli?

Setengah mati kucoba mencari

Aku menyadari itu hanya mimpi

Tidak ada apa-apa yang berubah

Itu hanya mimpi

Modisty

0 komentar
Label:

Sorry, I Love Him So Much


“Fikah! Kak Ditto, Fik!”

Lamunanku seketika buyar. Tanpa sungkan, Arin menarik tanganku kasar dan membawaku sampai belakang pintu kelas yang terbuka sedikit.

Ssshh. Wangi itu datang. Wangi parfum yang sudah sangat kuhafal sejak ospek kira-kira satu tahun lalu. Tidak lama sesosok berbadan tinggi tegap dengan alis tebal dan hidung yang cukup dapat dibanggakan kemancungannya, lewat tak jauh dariku. Ia tertawa lebar bersama beberapa teman-temannya. Seperti biasa.

“Suer. Makin hari makin cakep aja manusia satu itu. Senyumnya selalu bisa bikin lutut gue lemes. Iya nggak, Fik?” Ucap Arin dengan mimik yang terlalu menggelikan untuk kujabarkan.

“Hmm.”

“Kabar terakhir yang gue denger, dia sekarang jomblo lho, Fik. Aah, nggak bisa bayangin gimana bahagianya gue kalo bisa jadi pacarnya.”

“Iya, terserah lo. Tapi plis lain kali nggak usah pake acara narik-narik gue segala. Sakit tau” Cibirku.

“Deuu.. sensi amat, non! Nggak ngerti kebahagiaan temen sendiri nih hahahaha” Sahut Arin lalu tertawa ringan.

Gue ngerti kok, Rin. Gue ngerti banget kebahagiaan lo tiap ada dia.

8 komentar
Label:

"Just falling love and you know that the world is definitely beautiful" -modhistut, on twitter

0 komentar
Label:

"Tidak perlu disadari, jatuh cinta dan pahamilah. Dan dunia seperti bernyayi bersamamu setiap hari" -modhistut, on twitter

0 komentar
Label:

"Menghela napas panjang. Seperti ada sesuatu jeda didadaku.. entahlah kini sudah tak terhitung aku merindumu" -Rahmahoha, on twitter

0 komentar
Label:

"Aku masih menghitung kelopak mawar yg perlahan berguguran. Percaya kamu kan datang sebelum sang mawar mati kekeringan" -modhistut, on twitter

0 komentar
Label:

"Coba tengok hatimu. Seberapa banyak rindu untukku tertimbun disana? Sama meluapnya seperti rinduku?" -modhistut, on twitter

0 komentar
Diberdayakan oleh Blogger.