Label:

Selamat Jatuh Cinta, Sayang

Selamat jatuh cinta.. senyumku untuk kamu.
Andaikan ngelakuinnya semudah ngomong atau nulis satu kalimat pendek itu. Gue nggak bakal stuck sampai sebegini reseknya. Gimana lagi? Gue terlanjur sayang sama orang itu, yang datang nggak pakai permisi, dan pergi juga tanpa Wassalamualaikum. Itu miris.

Apa kabarnya kamu? Masih suka makan malam di luar sendirian? Masih suka berduaan malem-malem sama angin nggak jelas yang selalu kamu cariin kalo abis makan? Masih suka ngetweet peristiwa-peristiwa lucu tentang keluargamu? Mamahmu yang pinter mix and match bahan-bahan jadi jus enak? Papahmu yang pernah bilang kalo anaknya udah mirip mahasiswa dengan kaos bali dan celana pendek waktu anaknya mau jalan ke mall? atau, gimana kabar kakakmu yang katamu adalah orang paling ngeselin sedunia? ahh..
Selamat jatuh cinta, sayang..
Aku dengar bahagiamu. Dengan dia yang katamu lebih cantik dari wanita cantik lainnya? Dia

1 komentar
Label:

Aku (hanya) Pernah Mencintai



Aku pernah mencintai, sedalam yang tak pernah kulakukan sebelumnya. Waktu di mana dirimu menjadi segalanya bagiku; temanku, sahabat karibku, musuh paling berbahaya, bahkan.. kamu mampu menjadi sesosok pengganti seorang ibu bagiku.
Segalanya terasa indah. Waktu di mana aku inginkan takdirku berhenti berlanjut, seakan aku inginkan jarum jam berhenti berputar, dan tiada lagi pembicaraan sang waktu. Aku ingin mati di tempatku saat itu. Bersama dirinya, dan hanya ada kami berdua. Persetan dengan selainnya.
Segalanya terasa indah. Waktu di mana hal sangat kecil bertransformasi menjadi sesuatu penting, pesan-pesan ringan menjadi seperti sebuah

0 komentar
Label:

Hanya Ucapan Patah Hatiku

"Tentang kerinduan kata-kata sudah habis dibuatnya. Mencintaimu bukan hal tabu dalam suatu pola kebiasaanku. Atau bagaimana aku beralasan pada bait puisi kita yg terbengkalai tak lagi berbahasa, ia merana kesepian diatas lembar putih tanpa tinta"
--
Semuanya melebur kepada satu titik di mana aku tidak dapat menahan, bertahan, atau memberikan padanya alasan untuk bertahan. Aku hanya mencoba menjadi yang diinginkan. Aku mencoba mencintainya dan memercayai setiap perkataannya adalah kebaikan untukku. Sementara dia mengacuhkan, melepaskan kepercayaan, dan meninggalkan tanpa mendengarkan. Aku mencoba! Bukankah semua hal butuh proses dan waktu yang tidak sebentar? Bukankah setiap orang memiliki kesempatan untuk melakukan kesalahan yang tidak hanya sekali? dan..bukankah yang benar-benar sayang akan sebisa mungkin memaafkan? Mengapa dia menyerah? Sesingkat ini waktu yang dia sediakan untukku dan bertahan lebih lama denganku? Aku menyayanginya melebihi itu! Dan bukannya tidak pernah juga aku menelan bulat-bulat kecewa, sakit hati, terlebih cemburu yang sesekali menggelegak. Aku mengabaikan semua itu karena aku ingin bertahan dengannya lebih lama..
Ahhh.. mungkin benar perkataan orang-orang, 'cinta menjadi tidak mudah karena memerlukan kesabaran dan kebesaran hati untuk selalu memaafkan'


Modisty

0 komentar
Diberdayakan oleh Blogger.