“KAMU GILA! Nggak mungkin..
bilang sama aku kamu hanya bercanda. Bilang, Nabil, bilang!”
Aku menunduk. Tubuhku kaku di
tempat. Sekedar mengangkat kepala dan memandang kemarahannya saja aku tidak
berani. Aku pengecut di saat-saat seperti ini.
“Nabila..”
“maafkan aku, Jo..” potongku
cepat “aku tau aku salah karena memberi tahumu setelah semuanya terlambat untuk
dibatalkan. Maaf.. aku.. aku hanya merasa inilah yang harus aku lakukan. Ini..
ini karena aku









