Tutup buku, buka lembar baru!

Hey, April!
Ini masih gue; masih Modisty yang suka nulis-nulis galau, masih Modisty yang hobi bikin kalimat-kalimat alay. Halaaaaaaaauuu...

Lama gak ngeblog bikin jari-jari gue pegel setengah mati. Akibat lenyapnya koneksi internet di rumah dan kemalasan jalan ke warnet bikin gue ngelus dada nyabarin diri untuk gak ngasih makan ini blog. Padahal banyak banget kejadian yang pengen gue laporin ke halaman ini. Banyak kalimat-kalimat sok sedih yang pengen gue ungkapin. Tapi apa daya, baru sekarang gue bisa rajin nulis lagi. Betewe-betewe, kangen, ya? Kangen dong. Heheu...

Yaps. Ini memang masih blog gue, dan gue masih juga gue, tapi percaya deh, semuanya gak sama lagi. Kemaren ya kemaren, sekarang ya sekarang. Sekecil apapun, semua pasti berubah, pasti ada yang hilang. (kayak salah satu sahabat gue misalnye. Ups). Karena gue percaya gak ada yang gak berubah kecuali perubahan itu sendiri.  Heheu lagi...

Tapi sueeeer, like the first, apa yang gue tulis bisa jadi bukan gue, mungkin juga itu gue, atau sisi lain gue, atau juga gue-gue yang lain. Soooooo... jangan gampang percaya sama gue, because the world just full of shit, rite?

(masih) Modisty :)))

2 komentar
Label:

Aku tau kok kamu sayang aku, tapi juga sayang dia kan?

'Hubungan kita ini apa sih?'

Aku mulai ngerasa kamu gak benar-benar punyaku. Kamu memang ada waktu aku butuh, kamu selalu ada. Tapi aku rasa kamu juga ada untuk orang lain. Kamu tau rasanya mempunyai yang juga dipunyai orang lain gak, sayang? Aku yakiiin banget kamu sayang aku, begitupun dia, kan?

Dia? Dia siapa? Aku gak tau lho, kupikir kamu lebih tau dianya itu siapa.

5 komentar
Label:

MEN, YOU CHANGE ME

"Gue belajar dari lo, men, semuanya.

Kehidupan, airmata, cinta, rasa syukur, 

dan cara pandang mengenai dunia.

Juga tentang rasa sakit

yang ngasih tau gue bahagia yang sebenernya.

Ini mungkin lebay, But, you trully change me." -Modisty, 17 tahun

0 komentar
Label:

RAIN ALWAYS BE RAIN

"Selama mencintai dan dicintai lo gue jadi tau mana  yang diri gue, mana yang bukan. 

Bertahan dan dipertahankan lo gue jadi ngerti bahwa bahagia gak selamanya enak. 

Dan belajar ikhlas melepas lo itu ngebuka mata gue; 

kalo yang kita inginkan gak terus-terusan bisa jadi yang kita inginkan. 
  Dan pada akhirnya, lagi-lagi lo yang bener; rain always be rain, men.

Gak ada yang gak berubah, selain berubahan itu sendiri." -Modisty, 17 tahun

0 komentar
Label:

THINK AGAIN, MEN

"Beberapa orang menilai sastra itu gila. 

Mereka tidak pernah menulis, berkhayal, 

dan merasakan bahagianya berpacaran dengan kata-kata. 

So, think again, men." -Modisty, 17 tahun.

0 komentar
Label:

"Dijantung rinduku kamu adalah keabadian, yang mengenalkan dan mengekalkan kehilangan." -modhistut, on twitter

0 komentar
Label:

Kamu Membuatku Yakin Ada Kehidupan Yang Baik

Bersamamu aku seperti terlahir kembali. Dan aku yakin aku memang terlahir kembali. Waktuku seperti tidak ada habisnya. Duapuluhempat jamku serasa berjalan lebih cepat. Kamu membuatku menjadi Cinderella yang tidak hanya semalaman.

Bersamamu aku percaya mengenai keadilan Tuhan.

10 komentar
Label:

Mungkin Kamu Sebatas Berarti 'Tidak Pernah' (Story by: Nabila Hadiah Akbar)

Mungkin bukan kisahku untuk berakhir bahagia denganmu. Mungkin memang tidak pernah tanganku yang seharusnya mengenggammu. Mungkin bahagia dan kita hanya tinggal bunga tidur yang mempermainkan rinduku. Ia terbang terlalu tinggi, sampai lupa, bahwa ketika jatuh, hanya tersisa sakitnya yang akan menyiksaku berkepanjangan.

Bahwa harapan terkadang membuat semuanya terasa benar.

5 komentar
Label:

Kapan Saatnya Akan Ada 'Kita'?

Seperti mimpi indah dalam tidurku, kamu sesuatu yang tidak ingin kuusaikan. Kamu fiksi yang selalu ingin kubaca dan kumengerti berulang kali. Memahami setiap inci bagian dalam dirimu. Dan menjadi bagian dalam ceritamu. Dan akhirnya membuat kisah cinta untuk kita sendiri.

Di mana aku sebagai putri raja dan kamu pangerannya.

12 komentar
Label:

Katakan Padaku Betapa Salahnya Berhenti Mencintaimu

Mulai sekarang aku mengaku bodoh. 

Melakukan pengharapan yang terus-menerus tidak berperi-ke-perasaan padaku. Mendekap erat satu sosok yang dari awal tak pernah milikku.

4 komentar
Diberdayakan oleh Blogger.