Label:

Ini Masih Saja Menuliskanmu, Semenyedihkan Apa sih Aku?

Aku jatuh lagi, Sayang. 

Entah untuk keberapa kalinya, semenjak kamu menyerahkan diri pada keputusan sang hujan. Aku masih saja belum bangun. Mimpi buruk ini adalah yang paling buruk. Kehilanganmu sama saja mengubah seluruh pola kebiasaanku yang tadinya sebagian besar adalah untuk menjadi gadis kecilmu. Aku lelah bila harus terus bersembunyi di balik tawa lebar yang kupertontonkan di muka semesta. Terus saja aku meneriakan aku baik-baik saja. Drama ini sungguh menjengkelkan. Memainkan peran sebagai pembencimu nomor satu adalah hal kurang ajar. Bagaimana

0 komentar
Label:

"Kebahagiaan memang tidaklah selalu datang, namun kesedihan juga tidaklah bisa mengembalikan yang hilang" -modhistut, on twitter

0 komentar
Label:

"I don't know what pain is until this day

I don't know pain could make me want to go out from this life

I don't know life is this full of betrayal

I don't know life is this full of lies

I don't know..

I just want to be save

But everyone's walking out.. they walking out" -modhistut, on twitter

3 komentar
Label:

Tak Bisakah Berhenti Meninggalkan?

Aku bosan dengan sebuah kepergian. Seluruh hidupku selalu saja ditinggalkan. Aku bosan pada kenyataan selalu kutemui diriku sendirian. Ada saja yang pergi. Ada saja yang jauh.

Entah sampai kapan aku dicintai setengah mati oleh teori sialan bahwa siapapun yang datang, adalah untuk meninggalkan. Setiap mikro detik hidupku selalu saja dipenuhi pengkhianatan. Siapa yang benar-benar tinggal? Siapa yang benar-benar mempertahankan?

Aku lelah dengan lengkung bibir memesona. Aku muak dengan tawa lebar yang selalu membuat iri berpasang-pasang orang. Semuanya kuciptakan, semuanya pula

0 komentar
Label:

(Seandainya) Kamu Bukan Siapa-Siapa

Rasanya aneh.

Katika aku dan hatiku mencoba meninggalkanmu. Perlahan bersama doa yang kupanjatkan selepas subuh tadi. Aku ingin Tuhan mengabulkan aku menyingkirkanmu semudah kau perlakukanku. Aku berharap aku sanggup.. aku ingin sekali. Aku berharap mempercayai kamu bukanlah apa-apa, siapa-siapa, dan harusnya sedari dulu ku lempar tinggi-tinggi.

0 komentar
Label:

"Cemburu adalah perasaan yang baru kukenal. Ia adalah pendatang baru dalam register perasaanku." -modhistut, on twitter

0 komentar
Label:

[Second, last] Aku Ditinggalkan Si Badan Besar Menggemaskan

[Really specially for you Ji, Gigih Ning Trisnanti]

Apa kabar lelakiku?
Setelah dalam kepalaku kamu menari-nari dan selalu berseri. Dalam kepalaku aku adalah perempuan yang sangat tahu keadaanmu, dalam kenyataanku kamu adalah laki-laki yang sangat aku tidak tahu. Lalu bagaimana kabar sebenarmu?

Aku berkeliling mencari-carimu. Setiap sudut mataku berdoa agar kamu bertahan baik-baik saja, atau seharusnya jauh lebih baik.. dari padaku. Aku bernostalgia dengan

0 komentar
Label:

Aku Ditinggalkan Si Badan Besar Menggemaskan

[Really specially for you Ji, Gigih Ning Trisnanti]

Selamat malam lelakiku. Kali pertama aku menyapamu dalam balutan angin malam yang mendekap rapat tubuhku.. semenjak tidak adamu. Kali pertama aku memberanikan diri memikirkan satu sosok berbadan besar menggemaskan yang sialnya mungkin telah menjadi milik perempuan lain. Kali pertama ingin kuakui dan berbicara tepat di hadapan lubang telingamu, aku merindukanmu. Kau tidak mendengar. Baiklah, bisikanku adalah yang pantang menyerah, aku merindukanmu, sangat.. Sayang. Kamu bertahan tidak mengindahkan.

Aku tidak mengerti jenis amnesia apa yang sedang menimpamu. Kamu melupakan

0 komentar
Label:

[Second, last] Dua Super Sahabat.. atau Kusebut Sebagai Malaikat?

Ketika dua pasang tangan menepuk bahuku.

Air mataku seperti ter-pause dan dengan gerakan sangat slow motion kepalaku bergerak berpaling. Dua senyum tanpa basa-basi merengkuhku dengan paksa dan menampar pipiku kuat-kuat,"BANGUN!" katanya, "dunia tidak berakhir di setiap kau merasa sesak dan kehilangan kepercayaan pada matahari"
Aku menampik uluran itu berkali-kali. Memalingkan wajah dan menggeleng kuat-kuat dengan teriakan super kencang kepada dua makhluk Tuhan yang datang tanpa membawa

0 komentar
Label:

Dua Super Sahabat.. atau Kusebut Sebagai Malaikat?

[Really specially for you; Gigih Ning Trisnanti and Praptidatama Nuradilla Iftiharsa]

Pernah merasa nafasmu sesak dan leher seperti terbelit ular raksasa? Kamu kesulitan memeluk oksigen dan aliran darahmu macet di sudut terakhir ia mengalir?

Aku pernah. Di mana rasanya ingin ku rebut remote control kehidupanku dan kupercepat agar luka dan segala macam penyebab air mata ini segera pergi. Di mana rasanya ingin aku menyusul Ibundaku tercinta di salah satu singgasana surga, dan meninggalkan semuanya tanpa pertanggungjawaban nyata sebagai seorang perempuan yang mengaku gagah.
Bagaimana setiap huruf, kata, dan kalimat dalam paragraf kehidupanku tidak

0 komentar
Diberdayakan oleh Blogger.